PATPKP Universitas Andalas dan Upaya Mengatasi Dampak Sosial Perubahan Iklim

Pusat Alih Teknologi dan Pengembangan Kawasan Pertanian (PATPKP) Universitas Andalas terletak di Jorong Galagah, Kenagarian Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.  Lokasinya berjarak sekitar 70 km dari Kota Padang. Di sini dibangun sistem pertanian terpadu yang terdiri dari pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan guna mensinergikan bebrbagai kegiatan pertanian untuk mencapai dampak yang lebih besar, khususnya bagi masyarakat dan petani lokal, seperti Pesantren Muhammad Nasir dan Kelompok Tani Harapan Baru. Saat ini (tahun 2016), PATPKP berkomitmen untuk 1) sosialisasi teknologi; 2) penelitian dan pengujicobaan, 3) uji kompetensi pertanian, dan 4) menjadi pusat pembelajaran dan aksi (community learning and action center (CLAC).

PATPKP Universitas Andalas merespon masalah deforestasi dan degradasi lahan kritis yang dihadapi warga Pondok Pesantren Muhammad Nasir. Pendekatan Ilmu Pengetahuan Berkelanjutan diterapkan untuk mencari solusi terpadu atas permasalahan lingkungan dan sosio-ekonomi. Pendekatan ini dirancang untuk membangun kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan – pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sekitar dengan universitas yang bekerja sebagai katalis untuk aksi. Universitas menginisiasi konsultasi formal dan informal yang melibatkan pemerintah, masyarakat sekitar dan sektor swasta, serta memberi pengetahuan baru pada masyarakat lokal mengenai aspek-aspek teknis dari rehabilitasi lahan. Penyediaan pelatihan dan pendampingan yang terstruktur memungkinkan petani lokal untuk menerapkan metode pertanian baru berdasarkan pengetahuan dan pembuktian ilmiah. Teknologi relevan, didanai oleh pemerintah, disediakan dalam CLAC untuk mendukung kegiatan-kegiatan pertanian. Para mahasiswa Universitas Andalas secara aktif berpartisipasi dalam pelatihan dan membantu mengelola kegiatan pertanian dan peternakan di CLAC, sebagai cara untuk memperluas inisiatif sekaligus mempromosikan kewirausahaan.


Sinergi PATPKP Universitas Andalas dengan Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah di Solok bermitra dengan Universitas Andalas untuk mengembangkan Peraturan Daerah mengenai Sinergi dan Kemitraan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Peraturan ini akan melembagakan model Ilmu Pengetahuan Berkelanjutan dalam pembangunan daerah. Selain itu, pemerintah daerah menyadari pentingnya pendekatan ini, telah berkomitmen untuk menyediakan 1.000 hektar lahan yang terletak di tiga desa untuk mereplikasikan sistem pertanian terintegrasi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengontribusikan instrumen pengawas
cuaca di CLAC, yang berguna untuk menentukan masa tanam bagi masyarakat.


Sinergi PATPKP Universitas Andalas dengan Masyarakat Sekitar 
Masyarakat sekitar, khususnya Pesantren Muhammad Nasir, telah meminjamkan lahan mereka untuk proyek percontohan. Mereka juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan konsultasi demi mengidentifkasi prioritas dan tantangan terhadap mata pencaharian mereka. Sebagai penerima manfaat dari pendekatan Ilmu Pengetahuan Berkelanjutan, mereka telah memperluas
basis pengetahuan tradisional mereka dengan metode dan keterampilan pertanian baru yang diberikan melalui pelatihan dan pendampingan universitas. Pesantren Muhammad Nasir dan Kelompok Tani Harapan Baru telah membersihkan semak belukar di area yang terkena dampak deforestasi dan degradasi lahan serta menggantinya dengan pohon-pohon eukaliptus dan bibit kopi. Sehari-harinya, mereka berkontribusi dalam pengelolaan pembibitan, pemeliharaan ternak, dan
memproduksi pupuk organik dan pelet pakan ikan.

Sinergi PATPKP Universitas Andalas dengan Sektor Swasta
Sektor swasta, melalui Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility, CSR), telah menyediakan peralatan dan bibit untuk mendukung inisiatif tersebut. Perusahaan
telekomunikasi BUMN, PT. Telkom, sebagai contoh, mendonasikan peralatan untuk kegiatan biogas di CLAC, juga memberikan bibit-bibit untuk rehabilitasi lahan.

Sebuah center of excellence tak bertempat di menara gading namun membumi di tengah warga. Salut!

Kerja


Tidak ada komentar: