Fort Rotterdam: Benteng Peninggalan Kerajaan Gowa

Nama Fort Rotterdam membuat saya berpikir benteng ini adalah peninggalan Pemerintahan Belanda. Ternyata saya terkecoh. Fort Rotterdam merupakan peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo.

Lokasi Fort Rotterdam
Fort Rotterdam berada di Jalan Ujung Pandang, Bulo Gading, kurang lebih 1 kilometer dari Pantai Losari dan dapat ditempuh sekitar 5 menit dengan kendaraan melalui Jalan Somba Opu. Mungkin butuh sedikit waktu lebih lama jika lalu intas sedang macet.

Arsitektur Fort Rotterdam
Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.

Nama Fort Rotterdam
Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang, biasa juga orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Pada saat Belanda menempati benteng ini, nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur.

Kompleks Fort Rotterdam
Di kompleks Fort Rotterdam ada Museum La Galigo yang di dalamnya tersimpan peninggalan sejarah Makassar dan daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan.

Biaya Masuk Fort Rotterdam
Untuk masuk ke Fort Rotterdam tidak dipungut biaya. Namun setelah pintu gerbang, petugas akan meminta Anda untuk mengisi buku tamu dan boleh memberi sumbangan seiklasnya. Untuk masuk ke museum, dikenakan biaya Rp. 5.000 [bagi orang dewasa]. Tiket ke museum dibeli di pintu masuk museum.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Fort_Rotterdam

Makassar

Gerbang Fort Rotterdam
Reruntuhan Fort Rotterdam
Salah Satu Bangunan di Fort Rotterdam

Tidak ada komentar: